Jumat, 16 November 2012

Kau Tetap Sebagai Sahabatku

Postingku kali ini tentang seorang sahabat yang menyukai dan menyintai sahabatnya sendiri, mau tau ceritanya, yuk ke TKP sekarang..... Hari itu, saat aku terbangun dari tidur soreku, aku tak menyangka dapat message dari dia, yang isinya “kamu sayang gx sama aku”, aku terhenyak dan tak tau maksudnya bertanya seperti itu. Lalu aku menanyakan balik, kenapa kamu tanya seperti itu, dia bilang karena dia sangat sayang sama aku.

Untuk lebih jelasnya aku akan menceritakan sedikit tentang dia dan aku. Dulu saat aku masuk ke perguruan tinggi, singkat cerita aku jumpa sama dia dan aku merasa tertarik melihat dia, karena aku liat ada sesuatu yang lain sama dia, yang mengingatkan aku dengan mantan pasangan aku dulu yang sangat aku cintai,, sesuatu yang lain itu ada pada matanya, mata dia sangat sama dengan mata kekasih ku yang dulu, beberapa bulan pas masuk semester tiga,aku merasa dia mulai sangat dekat sama aku,sehingga teman kami sadar akan kedekatan kami, lalu mereka seperti mulai mendekatkan kami,,mengatakan bahwa kami cocok. Tapi aku tidak menggubris itu, tapi dia menganggapnya lain, mungkin waktu itulah cintanya tumbuh untukku. Singkat cerita akhirnya dia mengatakan cintanya kepada ku. Dan aku menerimanya karena aku melihat teman-teman kami sangat menginginkan itu. Ini kulakaukan semata-mata untuk menghargai teman aku dan dia

Setelah berminggu-minggu menjalani hubungan ini,tidak ada satu pun teman-teman kami yang mengetahui hubungan ini. Kami tetap merahasiakannya karena itu permintaan dariku. Kenapa aku merahasiakannya? Mungkin itu timbul dari pikirannya. Dan dia pun tetap sabar dan tidak memberitakukannya kepada siapapun. Aku merahasiakan hubungan ini karena aku tidak mau teman-teman menjauhi aku dan selalu meninggalkan aku berdua dengan dia dengan mengeluarkan kalimat “jangan ganggu orang pacaran”, aku tidak mau hal itu terjadi, aku tetap ingin keadaan seperti sebelum pacaran, selalu ngumpul bareng sama kawan. Dan tidak membeda-bedakan . Tapi seandainya aku beritahu kawan-kawan semua di dalam ruang takutnya aku tidak akan bisa lagi konsentrasi belajar (bukannnya aku naif) dan merasa tidak enak, dan diapun lebih muda daripadaku. Alasan lain membuat aku harus mengambil keputusan ini karena aku telah berjanji dengan diriku sendiri bahwa aku tidak akan pacaran dengan anak satu kelas atau satu ruang denganku. Karena itu bisa saja menganggu belajarku (kecuali sudah jodoh

Saat aku mendapat message sore itu, aku menceritakan semuanya pada dia, bahwa aku masih menganggapnya sahabat dari dulu. Hingga sampai saat ini aku belum bisa menyintainya, walaupun aku telah berpacaran dengan dia dan berusaha untuk itu. Aku pikir dengan kebersamaan kami selama ini aku dapat jatuh hati padanya. Tapi nyatanya tidak. Aku masih menganggapnya sebagai sahabat aku, walaupun matanya hampir mirip dengan mata kekasihku dulu. Tetapi aku tidak bisa menggantikan mantanku dengan dia. Aku juga tak ingin menyamakan dia dengan mantanku. Sampai saat ini aku masih berharap mantanku dapat kembali kepadaku walaupun itu sangat mustahil terjadi

Mungkin setelah menerima message seperti itu dari aku, dia merasa kesakitan atas pernyataanku, dan mungkin dalam hatinya dia merasa kecewa dengan kenyataan ini. Aku dapat merasakan sakit yang dia rasakannya pada saat itu, karena aku sendiri pernah seperti itu juga. Bahwa kita harus menerima kenyataan bahwa orang yang kita cintai selama ini tidak mencintai kita. Saat aku memposting ini, aku baru saja putus dengan dia dan meminta dia untuk jadi sahabatku. Aku tidak marah sama dia apalagi membencinya, perasaan itu tidak terbersit dalam fikiranku sama sekali. Nyatanya dia tidak menjawab apa-apa tentang ajakan ku itu. Dan aku juga minta maaf kepada dia. Aku tau kalau dia merasa sakit menerima kenyataan itu, karena dia bilang sangat sayang sama aku sebelum aku memintanya menjadi sahabatku. Aku tidak tau apa yang akan dia lakukan selanjutnya. Bukannya aku tidak peduli, tapi aku melakukannya agar dia bisa belajar untuk melupakanku dan bisa mencintai perempuan lain. Walaupun itu sangat mustahil terjadi, karena tiap hari kita bertemu di dalam ruang yang sama. Besok aku kuliah, tak tau bagaimana aku harus bersikap. Kasian atau sedih, semua perasaan ini bercampur. Apalagi untuk beberapa mata kuliah aku satu kelompok dengan dia. Tapi aku yakin aku dapat bersikap sportif dan profesional. Sampai saat mengakhiri hubungan ini pun kawan-kawan kami belum mengetahui hubungan yang kami jalani selama ini. Jujur aku merasa bersalah dalam hubungan ini, tapi aku tidak tau harus berbuat apa. Aku berfikir untuk apa aku melanjutkan hubungan ini, kalau aku tidak dapat mencintainya, aku tidak mau membuat dia menaruh harapan yang besar sama aku. Karena cintanya bertepuk sebelah tangan. Aku juga tidak mau menyakitinya lebih dalam lagi, berhubung hubungannya ini masih tahap awal, lebih baik aku jujur saja.

Selepas ini mungkin dia akan memberitahukan kepada teman-temannya, dan mungkin teman-temannya akan merasa aku telah menyakitinya. Aku berharap dia mau mengerti bahwa cinta tak dapat dipaksakan. Aku memutuskan dia bukan karena ada sesuatu yang terjadi, mungkin dia berfikir karena aku telah mempunyai pacar yang lain. Dulu saat di sebuah bendungan, kami jalan-jalan bareng dengan kawan-kawan yang lain juga, dia sempat meminta handphone ku , katanya sich buat liat foto-foto. Aku dari awal sudah tau mungkin dia ingin mencari tau lewat hp ku apa aku berselingkuh atau tidak. Dan aku memberikan hp ku kepada dia, agar di dapat melihatnya

Jujur dalam postingku kali ini aku ingin menceritakan sedikit tentang asmaraku. Memang akhir-akhir ini hubungan aku dengan dia (anak dalam ruang) sudah tidak begitu baik, dan aku curhat kepada kawan lamaku dan dia adalah seorang laki-laki. Kenapa aku curhat sama dia, karena dari dulu dia sudah menjadi tempat curhatku dari aku pacaran dengan mantanku dulu sampai saat ini dan dengan sabar dia mendengar curahan hatiku. Aku tidak tau kalau dia (kawan curhatku) telah menyimpan perasaannya dari 5 tahun yang dulu kepadaku. Pada saat tau itu aku merasa bersalah sekali karena aku tidak menyadari hal itu. Ternyata selama ini dia menyimpan perasaan itu sama aku

Kembali lagi pada ceritaku yang pertama, sekarang hubungan ini telah berakhir, mungkin selepas ini dia tidak mau mengenal aku lagi, walaupun berada dalam satu ruang, aku tau dia orang yang baik, penyabar, lucu, dan nggak ngebosenin. Tapi apabila dia tak ingin mengenal aku lagi, aku nerima aja, aku akan mencoba nerima semua konsekuensinya. Sekalipun teman-teman aku sendiri mungkin akan menjauhkan aku karena hal itu. Aku berharap dia tidak akan membenciku cukup lama, dan berharap dia dapat pengganti diriku

Ada Sedikit Kata-Kata Untukmu ,,, Milikilah sebuah hati yang tak pernah membenci, sebuah senyuman yang tak pernah pudar.... Cukup sekian dulu ya postingku, lain kali aku akan melanjutkannnya lagi.

Tidak ada komentar: